3 Kali Selundupkan Pupuk Subsidi, Polisi Enggan Menahan Tersangka

Suaranesia.com – Mojokerto, Terkait dugaan penyalahgunaan Pupuk Subsidi Antar daerah yang di tangani oleh Polsek Gedek, hingga saat ini pihaknya masih menetapkan 1 tersangka, seperti yang kita ketahui tersangka adalah Diyah Ayu Tasryq Nurjanah, distributor pupuk subsidi asal Lamongan. Sementara Annita sebagai pembeli masih jadi saksi.

Dikutip dari pemberitaan yang di angkat oleh Jawa Pos Radar Mojokerto, tersangka Dyah Mengaku Sudah 3 Kali Kirim Pupuk Subsidi Ke Mojokerto, dengan Jumlah yang sama dan pembeli yang sama yaitu Annita, warga Dlanggu Mojokerto. Tapi sayang pengiriman ke 3 (tiga) tercium oleh awak media ini dan di gagalkan bersama Satuan Reskrim Polsek Gedek.

Penyelundupan pupuk antar Daerah ini dilakukan menggunakan truk obat herbal DEPO MANGGATA MOJOPAHIT. Sejak tanggal 8 Juli 2022 awal penangkapan, Truck berisi pupuk subsidi 50 sak tersebut atau sekitar 1.5 Ton, di tahan di Mapolsek Gedek sebagai barang bukti dan proses lebih lanjut.

Terkait dengan pengakuan Dyah bahwa dia dan Annita sudah 3 kali melakukan transaksi dan pengiriman pupuk subsidi ke Mojokerto dan Polisi hanya menetapkan 1 Tersangka serta tidak adanya penangkapan juga penahanan tersangka dengan alasan bahwa tersangka akan koperatif serta tidak lari, Biro Hukum Redaksi Media RepublikNews Tuty Rahayu Laremba, SH Angkat Bicara, “Terkait penahanan memang subyektif dari Polisi akan tetapi tersangka sudah tigakali melakukan pengiriman secara ilegal, seharusnya Tersangka harus ditahan dan pihak pembeli pun juga turut serta karena satu kesatuan berkonspirasi”.terangnya

Imbuh Tuty Rahayu, ” seharusnya pihak penyidik kepolisian sudah menahan tersangka, karena para pelaku sudah sering melakukan kegiatan penyalahgunaan pupuk subsidi tersebut”.

“Polisi sudah bisa menahan tersangka dan harusnya tidak hanya distributornya, pembeli pun juga jadi tersangka. Aliby pembeli dia pakai sendiri itu hanya alasan saja. Wong sudah jelas kok tindak pidana mereka berdua,” kata Tuty.

Masih kata Tuty, Dalam sebuah transaksi jika yang di transaksikan itu ada unsur Pidananya dan merugikan orang lain apalagi ini masalah pupuk subsidi, pemerintah sudah jelas-jelas memberikan aturan, baik penjual dan pembeli seharusnya di tangkap dan di tahan untuk di proses hukum yang ada selanjutnya sesuai dengan perannya masing-masing,” terangnya.

“Aneh jika pihak penegak hukum malah enggan untuk menahan dan memproses unsur pidananya dan membiarkan Orang yang sudah jadi tersangka di biarkan bebas di luar sana,” pungkas Tuty Rahayu Laremba, SH. (Red49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!