Hakim Djuyamto Pencinta Seni Budaya Junjung Tinggi Tradisi Leluhurnya

- Redaksi

Minggu, 28 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Dr (Cand) Djuyamto,SH.MH (55) Pria kelahiran Kartasura, Sukoharjo Jawa Tengah yang akrab di sapa Om Djoe, Mas Djoe, atau Pak Djoe adalah seorang Hakim yang saat ini menjabat Humas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Klas IA Khusus.

Perjalanan kariernya diawali tahun 2022 di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, kemudian tahun 2007 mutasi ke PN Temanggung, lalu tahun 2009 mutasi ke PN Karawang, dan tahun 2012 dipercaya menjadi asisten Hakim Agung di Mahkamah Agung RI, tahun 2014 menjadi Wakil Ketua PN Dompu, Tahun 2016 menjadi Ketua PN DompuDompu, tahun 2017 promosi menjadi Hakim di PN Bekasi Klas I A Khusus, Tahun 2019 masuk ke PN Jakarta Utara dan mulai awal Maret 2022 memperoleh mutasi ke PN Jakarta Selatan Klas IA Khusus Hakim yang juga menjabat Humas.

Dr.(Cand) Djuyamto.SH.MH., juga sebagai Ketua Majelis Perkara Siap Penyidik KPK yang melibatkan pejabat tinggi negara. Namanya viral ketika menjadi Ketua Majelis Hakim yang menyuruh Terdakwa menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul IBU di persidangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu menjadi Ketua Majelis Hakim persidangan dia polisi penyerang penyidik KPK Novel Baswedan yang cukup menjadi perhatian masyarakat luas, lalu menjadi Ketua Majelis Hakim perkara pembunuhan sadis satu keluarga di PN Bekasi.

Baca Juga :  Polres Batu Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Semeru 2022

Yang terbaru menjadi Ketua Majelis Hakim perkara mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap Muhammad Kece di PN Klas I A Khusus Jakarta Selatan.

Dikalangan Hakim Pak Djoe dikenal sebagai aktivis gerakan hakim yang terus memperjuangkan hak-hak konstitusional para hakim bersama Forum Diskusi Hakim Indonesia maupun dalam kapasitasnya sebagai salah satu seorang Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI).

Diluar tugas utamanya sebagai Hakim, Pak Djoe juga dikenal sebagai seorang yang menjunjung nilai tradisi leluhurnya. Itu dibuktikan dengan kecintaannya terhadap seni budaya dengan melibatkan diri selaku penggagas /pengasuh “Kartasura Greget” sebuah gerakan seni budaya untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.

Bahkan mempunyai talenta sebagai pencipa dan menyanyikan lagu berjudul Kartasura Greget yang isinya mengajak untuk mempraktekkan kebersamaan dan hidup rukun, gotong royong dalam masyarakat.

Serta menciptakan lagu “Balekno Tembokku” yang dinyanyikan bersama tim Kartasura Greget didasari keprihatinannya atas perusakan tembok eks kraton kartasura.

Tepat Hari Kebangkitan Nasional Ke-114 pada 22 Mei 2022 Ketua LembagaDewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat Dra.Gusti Raden Ajeng Koes Moertiyah,M.Pd menganugerahkan Djuyamto,SH,MH Gelar Kanjeng Raden Tumenggung dalam Serat Kekancingan (surat yang dikeluarkan-Red)

Nomor :LDA.22.02.4132 bahwa anugerah gelar yang diterima tertulis, Kanjeng Raden Tumenggung Djuyamto,SH.MH,.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Kapolda Sumut Ke Ajibata Kab. Toba Tentang Kesiapan Pengamanan Pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2022

Pemberian gelar tersebut bukan tanpa alasan, Gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) merupakan gelar kehormatan untuk tokoh/pemimpin yang diyakini oleh Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat mampu berkarya serta melestarikan budaya serta menjaga keberagaman dalam bingkai NKRI.

Selain itu juga mendapatkan kepercayaan menjadi pembina beberapa komunitas sosial kemanusiaan serta organisasi pencak silat di Kota Kelahirannya.

Om Djoe juga diberi amanah sebagai Ketua Umum Asosiasi Seni Tarung Tradisi Indonesia (ASTA) Jawa Tengah.

Pengagum berat Gus Dur ini sangat gemar membaca hal tersebut dibuktikan dengan kebiasaannya untuk membeli buku tidak hanya buku mengenai hukum, tapi juga buku-buku politik, sejarah, budaya, religi dan sebagainya.

Kegemarannya ini merupakan wujud nyata mencontohkan budaya membaca yang mana di Negeri ini harus diakui memiliki tradisi literasi yang sangat tertinggal dari negara tetangga sekalipun.

Djuyanto, SH.MH, juga telah melouching Buku cetakan pertama setebal 121 halaman yang diterbitkan oleh Media Pressindo yang berjudul Kesaksian Perjuangan “KISAH NYATA” Para Pengadil Menuntut Hak-Hak Konstitusional dan Independensi Kekuasaan Kehakiman.

Kini Pak Djoe sedang menempuh perjalanan untuk meraih gelar akademik tertinggi sebagai mahasiswa program Doktoral di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. (GUN/RED)
Editor : Lilik Adi Goenawan

Berita Terkait

WBP Rutan Kandangan Terima Layanan Pelepasan KB Implan untuk Kesehatan Reproduksi
Maskot 3D Kanda Kinda Rutan Kandangan Jadi Favorit Anak-anak
Kepala Rutan Resmikan Maskot Kanda-Kinda sebagai Identitas Resmi Rutan Kelas IIB Kandangan
Kanwil Ditjenpas Kalsel Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Partisipasi Anak melalui Temu Forum Anak Daerah
Penasehat Presiden Jawab Tuduhan Negatif soal Kebijakan Karbon di COP30
Paket Pernikahan Lengkap & Catering Murah Tiga Dara , Bantu Wujudkan Momen Bahagia!
Mahasiswa UINSU Muhammad Razaq Arafi Bangun Startup EduTech Zennit.id untuk Dorong Literasi Digital Anak Muda
Kanwil Ditjenpas Kalsel Berkomitmen Cegah Permasalahan Overstaying
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:02 WIB

WBP Rutan Kandangan Terima Layanan Pelepasan KB Implan untuk Kesehatan Reproduksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:15 WIB

Maskot 3D Kanda Kinda Rutan Kandangan Jadi Favorit Anak-anak

Senin, 8 Juni 2026 - 08:34 WIB

Kepala Rutan Resmikan Maskot Kanda-Kinda sebagai Identitas Resmi Rutan Kelas IIB Kandangan

Selasa, 25 November 2025 - 12:13 WIB

Kanwil Ditjenpas Kalsel Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Partisipasi Anak melalui Temu Forum Anak Daerah

Selasa, 25 November 2025 - 09:51 WIB

Penasehat Presiden Jawab Tuduhan Negatif soal Kebijakan Karbon di COP30

Berita Terbaru

Bisnis

Menu Olahan Kentang Kekinian untuk Ide Jualan di GoFood

Senin, 3 Agu 2026 - 20:50 WIB