Inflasi Sumbar Nomor 2 Tertinggi di Indonesia, Dekan FE dan Bisnis Unand :  Jangan Cabut Subsidi

- Redaksi

Selasa, 30 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG – Inflasi di Sumbar pada Juli 2022 tercatat 8,01%. Angka ini jauh lebih tinggi dari nasional yang hanya 4,94%.

Dekan FE dan Bisnis Unand, Efa Yonnedi, mengatakan, inflasi ini harus dikendalikan. Perlu intervensi pemerintah untuk mengendalikan inflasi.

“Saya memberi saran yang tidak populer. Jangan cabut subsidi,” ujar Efa dalam dialog khusus di Padang, Senin (29/8/2022).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan pasca pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat belum benar-benar pulih. Masih banyak tekanan di ekonomi masyarakat.

“Dalam jangka pendek, APBN atau APBD sebaiknya digunakan untuk mengendalikan inflasi ini,” ujarnya.

APBN atau APBD, sebutnya, memiliki 3 fungsi. Salah satu fungsinya adalah menstabilisasi perekonomian. Fungsi ini dilakukan pemerintah dengan kebijakan.
Kebijakan tersebut adalah subsidi pemerintah. Tanpa intervensi pemerintah, ia khawatif inflasi akan semakin tinggi.

Baca Juga :  UPTD Samsat Palembang IV Mendapatkan Pencapaian Dan Kinerja Yang Luar Biasa Di Tahun 2022

Jangan cabut subsidi BBM Efa juga berharap pemerintah tak mencabut subsidi BBM. Jika ini terjadi, dampak buruk terhadap ekonomi masyarakat jauh lebih dalam.

Masyarakat belum benar-benar pulih dari Covid-19. Jika subsidi BBM dicabut, efeknya akan kemana-mana. Dampaknya, inflasi bukannya terkendali, tapi malah akan lebih tinggi.

Sebab, bisa dipastikan, jika subsidi BBM dicabut, semua harga pokok akan naik. Resikonya, kalau inflasi tinggi, suku bunga akan meningkat.

“Akses UMKM terhadap kredit akan terhambat. Dan jelas, dunia usaha akan tumbuh negatif,” ujarnya.

Efa melihat juga dari sisi pemerintah yang mengatakan subsidi dicabut karena tekanan terhadap APBN. APBN akan semakin besar defisitnya.

Tapi, banyak cara lain yang bisa dilakukan. “Saya mengusulkan tunda dulu belanja-belanja pemerintah yang tidak penting,” ujarnya.

Baca Juga :  Solusi HIV/ AIDS,Kang Uu: Nikah dan Poligami

Pemerintah perlu juga melakukan review terhadap belanja negara yang tidak dirasakan manfaatnya. Dana desa Pemerintah punya program dana desa yang menyasar warga di tingkat paling rendah. Tapi, Efa melihat dana desa perlu diperbaiki tata kelolanya berdasarkan penerapan good governance.

Unand sebutnya memiliki penelitian terhadap dana desa. Terlihat bahwa belum tampak manfaat langsung dana desa ke ekonomi masyarakat.

Ia menyarankan dana desa perlu matang dari sisi perencanaan. Harus dianggarkan berdasarkan kebutuhan dan memberikan multiplayer effect.

“Artinya, prinsip dana desa harus efektif dan ekonomis,” ujarnya. Pada akhirnya, tujuan dana desa adalah mengurangi kemiskinan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di desa itu. (*)

Berita Terkait

WBP Rutan Kandangan Terima Layanan Pelepasan KB Implan untuk Kesehatan Reproduksi
Maskot 3D Kanda Kinda Rutan Kandangan Jadi Favorit Anak-anak
Kepala Rutan Resmikan Maskot Kanda-Kinda sebagai Identitas Resmi Rutan Kelas IIB Kandangan
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.881, Tekanan Global Belum Mereda
Kanwil Ditjenpas Kalsel Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Partisipasi Anak melalui Temu Forum Anak Daerah
Penasehat Presiden Jawab Tuduhan Negatif soal Kebijakan Karbon di COP30
Paket Pernikahan Lengkap & Catering Murah Tiga Dara , Bantu Wujudkan Momen Bahagia!
Mahasiswa UINSU Muhammad Razaq Arafi Bangun Startup EduTech Zennit.id untuk Dorong Literasi Digital Anak Muda
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:02 WIB

WBP Rutan Kandangan Terima Layanan Pelepasan KB Implan untuk Kesehatan Reproduksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:15 WIB

Maskot 3D Kanda Kinda Rutan Kandangan Jadi Favorit Anak-anak

Senin, 8 Juni 2026 - 08:34 WIB

Kepala Rutan Resmikan Maskot Kanda-Kinda sebagai Identitas Resmi Rutan Kelas IIB Kandangan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:08 WIB

Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.881, Tekanan Global Belum Mereda

Selasa, 25 November 2025 - 12:13 WIB

Kanwil Ditjenpas Kalsel Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Partisipasi Anak melalui Temu Forum Anak Daerah

Berita Terbaru