Nasdem Tergiur Jabatan, Akankah Berani Tolak Hak Angket?

- Redaksi

Rabu, 13 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebingungan melanda kubu NasDem karena sebelumnya presiden Joko Widodo mengajak Surya Paloh untuk berdiskusi mengenai Koalisi Prabowo-Gibran. 

Seperti diketahui, Nasdem mengusung Anies-Cak Imin menjadi presiden yang dimana pasangan nomor urut satu ini kalah dengan perolehan suara hanya 25.12%.

Tujuan presiden Jokowi mengundang Surya Paloh pada Minggu (18/2) memicu spekulasi tentang koalisi maju. Seperti diketahui bahwa Surya Paloh adalah ketua umum Nasdem, dan Presiden Joko Widodo adalah “jembatan”bagi urusan partai-partai dalam pertemuan bersifat tertutup tersebut. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Multimedia Nusantara, Silvanus Alvin, menyampaikan pendapatnya bahwa pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menjadi “magnet besar” bagi Nasdem. 

Menurutnya, pertemuan yang dibarengi makan malam tersebut membicarakan sejumlah isu mengenai politik. 

Mulai dari keinginan untuk mengembalikan “rasa konsolidasi” yang dulu pernah ada bahwa mengingat pada Pemilu 2014 dan 2019 partai Nasdem menjadi penyokong Jokowi, dan upaya mengajak Nasdem “kembali menjadi bagian pemerintahan”.

Baca Juga :  Ir. Dwita Ria Gunadi : Provinsi Lampung, Salah Satu Lumbung Pangan Nasional, Kita Akan Berusaha Ciptakan Benih Sorgum Unggul Bersertifikat

“Karena Nasdem ini bagian dari Pemilu 2014-2019 di dalam pemerintahan, dia punya rekam jejak bersama Presiden Jokowi ketika menjadi capres untuk pertama kalinya,” ujar Silvanus Alvin dilansir dari laman BBC News Indonesia, Rabu (13/3). 

Ia menduga, pembicaraan keduanya sudah mengarah pada penjajakan koalisi dengan kubu Prabowo-Gibran. Apalagi Presiden Jokowi menyebut dirinya sebagai jembatan untuk urusan politik. 

“Penjinakan kepada Surya Paloh bahwa sekarang Prabowo-Gibran sudah menang, tidak perlu lagi keras-keras dan terima kekalahan.”

“Atau pertemuan itu sebagai bagian dari upaya melakukan cooling down dinamika politik yang sedang tinggi terutama di kubu Anies-Muhaimin yang sangat menentang hasil quick count. Untuk mengajak Surya bergabung dengan koalisinya.”

Baca Juga :  KPU Umumkan Hasil Pilpres 2024, Ribuan Massa Langsung Demo Minta Jokowi Turun

Apalagi saat ini politik masih menganggap masalah hak angket yang menjadi polemik. 

Saat ini PPP dan Nasdem menjadi target utama Jokowi dalam pembentukan koalisi setelah Demokrat yang berhasil dilantik. 

Demokrat jelas dengan lantang menolak hak angket,  sementara Nasdem masih dibayang-bayangi oleh PKB dan PKS. 

Apalagi melihat Surya Paloh seperti setengah hati mendorong hak angket untuk dipercepat, tidak seperti PDI dan PKB. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago:

“Pernyataan dari Waketum Partai NasDem Pak Ahmad Ali itu sudah mengindikasikan bahwa Partai NasDem masih setengah hati mengusung hak angket, seperti tidak niat,” katanya kepada suaranesia.com, Rabu (13/3). 

Apalagi bila Jokowi menjanjikan jabatan kursi menteri dan DPR, kemungkinan Nasdem akan berubah haluan. Akankah ini terjadi? 

Berita Terkait

KPU Umumkan Hasil Pilpres 2024, Ribuan Massa Langsung Demo Minta Jokowi Turun
Kentalnya Darah Nepotisme Membuat Jokowi Diprediksi Dipenjara, Benarkah?
RUU DKJ Terang-Terangan Dibuat, Presiden Jokowi Ngeles : Itu Urusan DPR
Siaran Langsung Perhitungan Resmi Suara Pemilu 2024 KPU
Sidang Selesai, MK Akan Putuskan Model Pemilu 2024
Kegiatan Jember Berbagi Jadi Atensi, Ini Kata Pakar Hukum Tata Negara
Menindaklanjuti Dugaan Pelanggaran Pemilu, JEPR datangi DPRD Jember
Pamer Saldo Rp53 Miliar Kades di Jember Ngaku Bacabup Bondowoso
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Maret 2024 - 15:19 WIB

KPU Umumkan Hasil Pilpres 2024, Ribuan Massa Langsung Demo Minta Jokowi Turun

Selasa, 19 Maret 2024 - 16:16 WIB

Kentalnya Darah Nepotisme Membuat Jokowi Diprediksi Dipenjara, Benarkah?

Rabu, 13 Maret 2024 - 15:03 WIB

RUU DKJ Terang-Terangan Dibuat, Presiden Jokowi Ngeles : Itu Urusan DPR

Rabu, 13 Maret 2024 - 14:57 WIB

Nasdem Tergiur Jabatan, Akankah Berani Tolak Hak Angket?

Rabu, 14 Februari 2024 - 21:04 WIB

Siaran Langsung Perhitungan Resmi Suara Pemilu 2024 KPU

Rabu, 24 Mei 2023 - 00:48 WIB

Sidang Selesai, MK Akan Putuskan Model Pemilu 2024

Senin, 15 Mei 2023 - 05:33 WIB

Kegiatan Jember Berbagi Jadi Atensi, Ini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Rabu, 10 Mei 2023 - 01:12 WIB

Menindaklanjuti Dugaan Pelanggaran Pemilu, JEPR datangi DPRD Jember

Berita Terbaru

Berita

Video Paparan ZI Rutan Kandangan

Jumat, 29 Mar 2024 - 07:04 WIB

Berita

Link Video Profil Rutan Kelas IIB Kandangan

Jumat, 29 Mar 2024 - 06:50 WIB

Berita

Amalan Utama Di Bulan Ramadhan yang Wajib Dilakukan

Senin, 18 Mar 2024 - 16:52 WIB