Partai PKS Provinsi Sumatera Selatan Tolak Kenaikan BBM

Palembang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Selatan mengadakan Press Ralease penolakan Kenaikan BBM yang sangat memberatkan masyarakat. Yang di gelar di Kantor Partai Keadilan Sejahtera provinsi Sumatera Selatan, Jumat (9/9/2022).

Ketua Partai keadilan Sejahtera, H.Askweni, Spd mengatakan, ” Terkait protes kenaikan harga BBM dari pemerintah. Kami merasakan reaksi masyarakat di lapangan termasuk aksi demo mahasiswa. Itu tandanya adanya yg kurang baik untuk masyarakat,” katanya.

Askweni menguraikan, Menurut kami Praksi PKS dari pusat sampai daerah ini merupakan kado akhir tahun yang sangat pahit untuk masyarakat. Karena semestinya mengikuti motto pemerintah kita, lebih cepat bangkit lebih kuat.

” Seharusnya sampai Desember jika mau naikkan BBM. Seharusnya sekarang segala sesuatu kita harus membangun proyek-proyek pemerintah dan jalan sudah ada anggarannya. Jadi tida akan menerima dampaknya semua,” ucapnya.

Askweni menambahkan, Dari kenaikan BBM itu pasti akan berdampak kepada semua pelaku UMKM, ekonomi baik sektor formal maupun informal. Serta harga-harga yang paling kita khawatirkan juga akan naik.

Lebih lanjut, Jadi menurut kami tidak masuk akal, karena bagaimanapun ini resiko pemerintah untuk menanggung biaya hidup masyarakat. Bukan karena beban kita berat lantas kita timpakan ke masyarakat.

” Sebaiknya anggaran belanja itu digunakan dengan semestinya. Lebih baik dialokasikan ke subsidi bagi rakyat. Dan untuk belanja-belanja yang tidak perioritas dialihkan untuk subsidi BBM. Jalan-jalan negara dan infrastruktur diperbaiki saja yan rusak. Jangan yang aspalnya masih mulus di cor lagi kan ini tidak masuk akal,” paparnya.

Askweni menuturkan, Apalagi sekarang menjelang 2024. Apakah akan mengumpulkan dana untuk menghadapi pilpres dan pileg 2024. Sehingga semua pihak yang berkepentingan membutuhkan dana yang besar.

” Disatu sisi ekonomi masyarakat lemah sehingga uang itu bernilai dimata masyarakat. Disisi lain mereka tampil juga sebagai pahlawan dengan memberikan bansos dan lain-lain. Masyarakat kita belum melek dapat Rp. 600 ribu dikira sudah aman padahal mereka bisa kehilangan puluhan juta,” tuturnya.

Lanjutnya , Pihaknya sangat protes keras apalagi akan mendekati akhir tahun jadi semestinya kenaikan BBM ini ditunda dulu. Sampai menunggu harganya stabil. Sekarang harga minyak dunia turun.

” Bukan hanya dari PKS saja yang menolak mahasiswa, buruh, masyarakat, ojol, semua pelaku ekonomi juga menolak. Ini keperhatinan untuk kita negara mengabaikan aspirasi masyarakat,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi V, Mgs Syaiful Padli menambahkan, tidak ada yang berhak untuk mencabut subsidi itu merupakan kewajiban negara untuk mensejahterakan rakyat.

“Kami sangat menolak kebijakan ini karena sangat menyengsarakan rakyat,” pungkasnya.( Ocha )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!