Sang Imam Olahan Sampah Ini, Menggebrak Dunia dengan Circular Economy

JAKARTA – Bulan Agustus 2022 lalu digelar Asia Pasific Youth SDGs Summit 2022 mulai 7 Agustus hingga 12 Agustus 2022 dan telah terlaksana dengan hasil yang luar biasa sukses. Imam Pesuwaryantoro selaku Delegasi asal Indonesia yang hadir secara virtual pada penyelenggaraan Asia Pasific Youth SDGs Summit 2022 ikut memberikan pernyataan penting berkaitan tentang Circular Economy.

Dalam pelaksanaan Asia Pasific Youth SDGs Summit 2022 ini Imam beserta peserta dari 20 Negara lebih se-ASIA PASIFIC membahas beragam isu SDGs (Sustainable Development Goals). Selain itu juga membahas langkah kongkrit yang akan dilakukan pasca acara melalui Movement, Social Entrepreneurship dan Tech Innovation.

Pada Konferensi Internasional Asia Pasific juga menghadirkan Narasumber luar biasa seperti Magiana Ignasia, Kim Dong Chan, Deokhwan Lee, Chang Young Hoon, Kim Jong Bin, Kim Kwan Young, DR. Idrus Abdul Shomad, Prof Roy Darmawan, Dato Sri Dzulkarnain Taib dan masih banyak lainnya. Hal ini sebagaimana dilansir dari Sumber : StudEc International (@studecinternational) • Instagram photos and videos).

“Alhamdulillah saya selaku Delegasi asal Indonesia hadir secara virtual pada penyelenggaraan Asia Pasific Youth SDGs Summit 2022. Saya memberikan pernyataan penting berkaitan tentang Circular Economy. Terutama Konsep Circular Economy yang sudah saya lakukan adalah dengan menginisiasi sebuah Wirausaha Sosial dibidang Sustainable Wedding Planner serta Pertanian Pintar berbasis IoT (Internet of Things),” kata Imam Pesuwaryantoro Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Terbuka (UPBJJ) Jakarta, saat diwawancarai wartawan senior Syafrudin Budiman, Kamis (22/09/2022) di Jakarta.

Menurut Imam sapaan akrabnya, berhasil melaksanakan sebuah kegiatan wirausaha social dengan memilah sampah organic sebanyak +3.785 kg, sampah anorganik +8.745 kg, sampah terdaur ulang +12.530 kg. Dimana dengan prosentase residu sampah terbuang ke TPS Bantar Gebang hanya 0,85%.

“Tidak hanya itu, Hasil olahan sampah organic juga saya daur ulang menjadi pakan ternak ayam untuk kapasitas produksi ayam broiler sebanyak +200.000 Ekor Ayam Broiler/bulan,” ucap Imam penuh bangga.

Kata sang humoris ini, Impact Statement tersebut menjadi rekomendasi yang wajib kita lakukan tiap kali kita sedang berpartisipasi pada ajang Konferensi Internasional. Supaya nantinya kata Imam, tidak terjebak pada serangkaian kegiatan yang sifatnya gimmick atau sekedar seremonial saja.

“Perlu adanya luaran yang diharapkan tiap kali menyelenggarakan jenis acara apapun termasuk Konferensi Internasional dengan mengukur sebuah Social Impact seperti Awareness, Interest, Decision, Action & Convertion. Sehingga apa? Agar pelaksanaan acara Konferensi / acara Forum Internasional lainnya tidak hanya bersifat seremonial semata,” tandasnya.

Pada Puncak Acara, Alhamdulillah saudara Imam Pesuwaryantoro dinobatkan sebagai Juara 2 Kategori Video & Juara 4 Kategori Individu dimana berhasil mengalahkan lebih dari 50+ Delegasi yang terlibat di Ajang Asia Pasific Youth SDGs Summit 2022.

Prestasi ini menjadi sebuah rasa syukur sebesar-besarnya kepada keluarga Universitas Terbuka atas segala support dan apresiasi yang diberikan selama saya ikutserta dan berpartisipasi sebagai Delegasi asal Indonesia di ajang Asia Pasific Youth SDGs Summit 2022.

“Pesan saya, Semoga anak-anak muda Indonesia punya kesempatan yang sama dalam menyampaikan sebuah ide, gagasan dan karya terutama dalam berperan aktif sebagai ChangeMakers di tiap daerah sesuai dengan kearifan lokal daerah dengan semangat kolaborasi serta gotong royong. Aamiin YRA,” pungkas Imam yang juga seorang profesional Tim IT Web dan Data di lembaga, organisasi dan perusahaan profesional ini. (red)

Penulis : Syafrudin Budiman SIP (Gus Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!