Ketua DPD SKPPHI JATIM Minta Kapolri Dan Komnas Ham Ungkap Secara Tuntas Tragedi Di Stadion Kanjuruhan Malang Menyedihkan Ini.

Suaraneaia.com, Surabaya, “Inalilahi Waina Ilaihi Rojiun“, Indonesia berduka akibat insiden yang terjadi pasca pelaksanaan pertandingan Liga 1 antara Arema FC VS Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruan Malang, yang mana telah memakan banyak korban jiwa akibat dari kerusuhan suporter pasca pelaksanaan pertandingan tersebut.Senin, (03/10/2022)

Sebagai mana di ketahui korban jiwa akibat dari kerusuhan tersebut terus bertambah sampai saat ini sudah mencapai 187 Orang.

Tragedi di Kunjuruhan yang sangat memilukan hati, ini akan menjadi catatan sejarah yang kelam dalam bidang olah raga di Indonesia Jadi wajar bila segenap warga bangsa berduka, menitikkan air mata. Sedih ! Sungguh perih, ratusan generasi yang diandalkan untuk mewarisi negeri ini, gugur sia-sia.

Tegas menyikapi insiden usai laga Arema FC vs Persebaya semalam di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur, Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi meminta, agar kompetisi sepak bola Liga 1 untuk sementara waktu dihentikan dalam siaran persnya, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, dan tersbar luas melalui YouTube Satpres pada hari Minggu, 2 Oktober 2022

“Untuk itu saya memerintahkan PSSI ( Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ) untuk menghentikan sementara liga 1, sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” ucap Jokowi dalam siaran persnya, di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Terkait kerusuhan yang terjadi di setadion
Kanjuruhan Malang Jawa Timur yang menelan banyak korban Ketua DPD SKPPHI JATIM (Studi Kebijakan Publik Penegakan Hukum Indonesia) R Yulinda Handayani Tan saat di temui oleh media partner di tempat yang berbeda mengungkapkan , “kejadian 1 Oktober 2022 di setadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur adalah malam terkelam dalam sejarah sepak bola Indonesia, ratusan orang meninggal di Kanjuruhan, duka untuk Aremania, duka untuk Indonesia, tragedi menyedihkan ini harus diungkap secara tuntas, di tengah prestasi timnas yg mulai membaik namun tidak diikuti dengan prestasi suporter Indonesia, penanganan aparat, pelaksana liga dll”. ucapnya

Di vidio yang beredar jelas Oknum aparat bertindak represif dengan menembakkan gas air mata ke beberapa tribun, disini puncak korban berjatuhan, jalan keluar yg sangat padat apalagi suporter tidak semuanya laki laki, ada perempuan, balita dan kalangan senja yg juga ada di tribun tersebut, semua berupaya menyelamatkan diri.Ungkapnya tegas

Padahal, menurut dia, penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang. Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa.imbuhnya

“Kepada bapak Kapolri dan Komnas Ham tragedi menyedihkan ini harus diungkap secara tuntas kemudian, Kapolri harus mencabut izin penyelenggaraan sementara seluruh kompetisi liga yang dilakukan PSSI”.pintanya

Kompetisi ini harus dihentikan bahkan kalo perlu FIFA harus menghukum PSSI dengan hukuman berat, petugas keamanan juga perlu dihukum berat akibat kelalayannya , tidak ada sepakbola yang sebanding dengan nyawa. saya pribadi atas nama Ketua DPD SKPPHI JATIM (Studi Kebijakan Publik Penegakan Hukum Indonesia) Turut Berduka Cita yang mendalam untuk korban yang berjatuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. tutupnya kepada media partner. (nsr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!