Oknum RT Diduga Potong Dana BLT Tahun 2022 Di Desa Curug Agung

Suaranesia.com,Kab. Serang – Pemerintah melalui Desa memberikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk meringankan beban masyarakat warga kurang mampu, dan juga warga yang putus kerja akibat dampak Covid -19.

Tentu, penyaluran bantuan lansung tunai (BLT) yang di ambil dari Dana Desa (DD) sebesar 40% tersebut harus disalurkan tepat sasaran dan dengan jumlah uang yang diberikan oleh pemerintah.

Akan tetapi, ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab yang diduga mencari ke untungan untuk peribadinya. Seperti di Desa Curug Agung Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Dimana bantuan BLT diduga di jadikan lahan usaha oleh oknum RT berinisial Si.

Menurut sumber yang kredibel yang enggan disebutkan namanya, setiap turun bantuan tersebut, penerima diduga di potong sebesar Rp 50. 000 hingga Rp100, 000 ribu dengan dalih uang tersebut untuk di bagikan kepada warga yang tidak mendapatkan bantuan.

“Iya pak di potong segitu,” kata Sumber.

Menindaklanjuti hal tersebut, awak media berupaya konfirmasi kepada Kepala Desa Curug Agung Sanusi menyampaikan dalam bahasa sunda tidak mengetahui hal tersebut.

“Tein Teu Nyaho Pak. “Gak tau pak,” singkatnya.

Lebih lanjut, awak media pun menanyakan berapa jumlah penerima KPM atau penerima BLT. Kata Kades, penerimah BLT di Desa Curug Agung ada 98 KPM.

Disisi lain, anggota LBH BNY menyoroti hal tersebut. Menurutnya, jika ada oknum yang berani memotong bantuan BLT tersebut oknum itu sudah menyalahi aturan Pepres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Pungutan Liar (Pungli).

“Pepres di atas yaitu tentang sapu bersih pungli sebagaimna yang telah di atur dalam UUD NO 20 Tahun 2001 atas perubahan UUD No 31 Tahun 999 tentang pemberantasan korupsi, sebagaimana yang telah di atur Pasal 12 Huruf E dengan ancaman minimal 4 tahun penjara,” tegas Yanto. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!