Pembangunan Lumbung Pangan Desa Sidorejo jadi sorotan warga dan media

Suaranesia.com, Bojonegoro – Tampak nya Slogan Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Menteri Desa Republik Indonesia Hanya Menjadi Slogan Saja.

Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang alokasi 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan juga hanya simbol belaka terbukti dengan di tilep nya dana ini oleh kuasa pengguna Anggaran Dana Desa (KPA) DD dalam hal Ini Kepala Pemerintahan Desa.

salah satu kuasa pengguna Anggaran Dana Desa (KPA),Dana Desa adalah Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Sukosewo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Jumat, (07/10/2022)

Pemanfaatan Dana Desa Di desa Sidorejo Kecamatan Sukosewo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur di duga kuat tidak sesuai dengan anggaran yang tertera di papan informasi.

Pembangunan Lumbung Desa dari bidang 4 Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan bersumber dari APBN atau Dana Desa (DD) di desa Sidorejo diduga kuat adanya permainan dari pemerintah desa untuk mengeruk keuntungan golongan nya dengan merugikan negara.

Pembangunan ketahanan pangan Desa yang berwujud Lumbung ini memakan biaya yang cukup fantastis sekira Rp. 190.000.000,- (seratus sembilan puluh juta rupiah), dengan pengerjaan 2 bulan kalendar kerja, dengan ukuran 11.5 M X 7 M dan terletak di RT 05.

” Menurut saya, pembangunan tersebut jauh daripada sesuai. Dengan anggaran yang begitu besar, seharusnya bisa lebih bagus lagi pembangunan lumbung desa nya.” Cetus Ketua DPD SKPPHI(Studi kebijakan publik penegakan hukum indonesia ) Jawa Timur, Yulinda Tan, ketika dikonfirmasi oleh media ini pada Senin, (25/09/2022).

Lanjutnya, ” Bagaimana kita tak menduga adanya aroma korupsi di perndes Sidorejo. Bangunannya aja seperti itu menghabiskan Rp. 190 Juta.” Lanjut Wanita yang berparas Cantik dan tegas ini kepada awak media.

” Parahnya lagi, saat kepala desa di konfirmasi oleh awak media untuk menanyakan prihal lumbung pangan tersebut kesannya malah ngomong ‘kalo mau minta jumpa pers ya gak papa biyar saya menghubungi sodara sodara ku yang di bojonegoro “ujar beliu saat kita temui di rumah nya Pungkasnya..

” Bukannya klarifikasi berita tersebut, malah oknum kades tersebut terkesan menantang wartawan. Apakah dia (kepala desa) tersebut tidak tahu, kalau Pengelolaan Keuangan Desa itu harus Transparan dan Akuntable. Mereka sudah transparan kah …,? Sudah merasa Akuntable…..” Tegas Linda.

Setelah adanya pemberitaan yang sepat viral di beberapa Media onlain tentang pembangan lumbung pangan di Desa tersebut seolah olah dari pihak ketua ( BPD ) badan pembina desa seolah olah tutup mata .tentang proyek tersebut

” Kami berharap kepada pihak kecamatan Sukosewu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dalam inspektorat Bojonegoro untuk dapat mengevaluasi pembangunan Lumbang Desa di Sidorejo tersebut. Karna diduga telah merugikan negara.” Harapnya.

” Saya sangat sangat mengapresiasi terhadap Kepala Desa Sidorejo yang mana akan mengadakan jumpa Pers dan akan menghubungi sodara sodaranya yang di Bojonegoro bahkan dirinya juga akan menelfon Bupati, terhadap hal itu saya selaku ketua DPD SKPPHI Jawa Timur sangat mengapresiasi dan dengan diadakannya jumpa pers disitu akan jadi transparansi publik dan terang benderang”.tutupnya

Editor : Ajb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!