Jangan Menjadi Pemimpin Robot Pasti Mekanistis, Jauh Dari Nilai Humanis

- Redaksi

Minggu, 25 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di terbitkan oleh Suaranesia.com
Minggu, (25/12/2022)

Polemik kasus meninggalnya sejumlah anak kecil akibat gagal ginjal akut yang diduga disebabkan setelah penggunaan obat sirup tertentu muncul di ruang publik.

Menurut catatan saya, belum ada pihak menyatakan pesan komunikasi secara definitif bahwa pihaknya yang paling bertanggung jawab atas kejadian luar biasa tersebut. Mengapa?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bisa saja terjadi, ketika kewenangan/peran seolah “berlomba-lomba” untuk memperolehnya karena di sana ada “manisan”.
Bahkan tidak jarang terjadi tumpang tindih kewenangan/peran untuk ikut mencicipi “manisan” tersebut.

Namun bila tiba ada “pahit-an-nya,” (masalah pelik), misalnya tidak sedikit anak kecil mendahului kita untuk selamanya, yang diduga setelah mengkonsumsi obat sirup tertentu, sampai saat ini belum ada yang “berlomba-lomba” menyampaikan pesan komunikasi ke ruang publik bahwa pihaknya yang paling bertanggung jawab.
Padahal, jelas negara menyediakan kementerian dan badan yang salah satu fungsinya melakukan pengawasan.

Baca Juga :  Gerak Cepat Polsek Ngantang Datangi TKP Pohon Tumbang

Pemimpin original, sejati dan benar harus selalu berpihak kepada publik dan tidak boleh berlindung di balik aturan normatif, harus berani membuat trobosan asal untuk keselamatan kemanusiaan.

Karena itu, jika ada aturan atau kebijakan yang dibuat oleh pejabat lain sekalipun itu atasanya, yang kemungkinan kelak bisa berdampak serius atau menimbulkan tragedi kemanusiaan sebagai konsekuensi implementasi aturan tersebut, harusnya orang yang bersangkutan wajib baginya secara moral dan etis berjuang agar aturan tersebut dicabut, paling tidak direvisi bagian tertentu. Jika tidak berhasil, sangat tepat orang yang bersangkutan menyatakan mundur dari jabatannya lebih awal sebelum terjadi peristiwa kemanusiaan yang memilukan.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Bogor Tangkap Tersangka Lain Kasus Dugaan TPPO TKW Ilegal

Sebab, jabatan itu amanah, bukan seolah dipertahankan dengan berlindung di balik aturan normatif, termasuk yang dikeluarkan oleh pejabat lain sekalipun itu atasanya.
Jika tidak mundur di tengah tragedi kemanusiaan, pejabat tersebut layak disebut manusia normatif yang berperan mekanistis, persis pola kerja robot. Kepadanya sulit diminta tanggung jawab atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Sebab, pemimpin “robot” selalu bekerja berdasarkan stimulus-respon yang jauh dari nilai humanis.

Salam, Jurnalis Senior
Feri Rusdiono

Berita Terkait

WBP Rutan Kandangan Terima Layanan Pelepasan KB Implan untuk Kesehatan Reproduksi
Maskot 3D Kanda Kinda Rutan Kandangan Jadi Favorit Anak-anak
Kepala Rutan Resmikan Maskot Kanda-Kinda sebagai Identitas Resmi Rutan Kelas IIB Kandangan
Kanwil Ditjenpas Kalsel Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Partisipasi Anak melalui Temu Forum Anak Daerah
Penasehat Presiden Jawab Tuduhan Negatif soal Kebijakan Karbon di COP30
Paket Pernikahan Lengkap & Catering Murah Tiga Dara , Bantu Wujudkan Momen Bahagia!
Mahasiswa UINSU Muhammad Razaq Arafi Bangun Startup EduTech Zennit.id untuk Dorong Literasi Digital Anak Muda
Kanwil Ditjenpas Kalsel Berkomitmen Cegah Permasalahan Overstaying
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:02 WIB

WBP Rutan Kandangan Terima Layanan Pelepasan KB Implan untuk Kesehatan Reproduksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:15 WIB

Maskot 3D Kanda Kinda Rutan Kandangan Jadi Favorit Anak-anak

Senin, 8 Juni 2026 - 08:34 WIB

Kepala Rutan Resmikan Maskot Kanda-Kinda sebagai Identitas Resmi Rutan Kelas IIB Kandangan

Selasa, 25 November 2025 - 12:13 WIB

Kanwil Ditjenpas Kalsel Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Partisipasi Anak melalui Temu Forum Anak Daerah

Selasa, 25 November 2025 - 09:51 WIB

Penasehat Presiden Jawab Tuduhan Negatif soal Kebijakan Karbon di COP30

Berita Terbaru