BANDUNG, Suaranesia.com – Dunia penerbangan bagi Eric PSE bukan sekadar tentang pesawat yang terbang dari satu kota ke kota lainnya. Bagi sosok yang dikenal melalui akun TikTok @eric.pse itu, penerbangan adalah bagian dari sebuah perjalanan besar yang mempertemukan manusia, peluang usaha, pariwisata, dan perekonomian.
Dengan slogan “Salam Satu Langit”, Eric PSE selama ini dikenal melalui berbagai konten tentang dunia penerbangan. Cerita tentang pilot, awak kabin, keluarga, perjalanan dan berbagai kisah inspiratif membuat akun tersebut memiliki karakter tersendiri di media sosial.
Namun, di balik aktivitasnya sebagai kreator konten, Eric PSE juga dikenal sebagai Eric Purnomo, SE, seorang pengusaha yang mengembangkan bisnis di bidang tiket, travel dan wisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perjalanan tersebut kemudian membawanya pada satu perhatian penting: bagaimana industri tiket pesawat tidak hanya menjadi bisnis bagi perusahaan besar, tetapi juga dapat menjadi peluang bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agen tiket dan travel agent di berbagai daerah Indonesia.
Dari Penerbangan Menjadi Sumber Inspirasi
Ada sesuatu yang berbeda dari cara Eric PSE melihat dunia penerbangan.
Pesawat tidak hanya dilihat sebagai alat transportasi. Di balik setiap penerbangan terdapat cerita manusia.
Ada seorang anak yang pergi mencari pekerjaan. Ada orang tua yang mengunjungi anaknya. Ada keluarga yang pulang kampung. Ada wisatawan yang mengejar destinasi impian. Ada pengusaha yang melakukan perjalanan bisnis.
Dan ada pula orang-orang yang bekerja di dunia penerbangan dengan perjuangan panjang untuk mencapai profesinya.
Cerita-cerita seperti itulah yang kemudian banyak diangkat Eric melalui akun TikTok @eric.pse.
Profil publik yang terindeks juga menggambarkan Eric PSE dengan identitas “Salam Satu Langit” dan tema inspirasi, semangat, motivasi serta dunia pilot.
Dari sinilah nama Eric PSE kemudian tidak hanya dikenal sebagai pembuat konten, tetapi juga sebagai sosok yang membawa pesan bahwa setiap perjalanan selalu memiliki cerita dan peluang.
Menjadi Motivator bagi Calon Pengusaha Travel

Semangat tersebut kemudian dibawa Eric ke berbagai kegiatan pertemuan dan seminar.
Dalam berbagai kegiatan yang disampaikan kepada masyarakat, Eric PSE mengajak peserta untuk melihat industri perjalanan bukan hanya sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai peluang usaha.
Sejumlah kota seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, serta beberapa kota lainnya menjadi bagian dari perjalanan kegiatan dan pertemuan yang diisi dengan pesan kewirausahaan dan peluang bisnis ticketing.
Pesan yang dibawa cukup sederhana.
Kalau masyarakat membutuhkan tiket setiap hari, mengapa kebutuhan tersebut tidak dijadikan peluang untuk membangun usaha?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu gagasan yang terus didorong kepada masyarakat.
Menurut pendekatan yang dibawa Eric, menjadi agen tiket tidak harus selalu dimulai dengan perusahaan besar. Dengan kemauan belajar, pelayanan yang baik, jaringan pelanggan dan dukungan teknologi, bisnis dapat dibangun secara bertahap.
Di sinilah UMKM memiliki ruang yang sangat besar.
Tiket Pesawat: Produk Sederhana dengan Pasar yang Luas

Tiket pesawat mungkin terlihat seperti produk biasa.
Namun bagi seorang travel agent, tiket pesawat adalah salah satu produk utama yang dapat menggerakkan bisnis.
Setiap hari masyarakat membutuhkan penerbangan.
Ada perjalanan bisnis, pekerjaan, pendidikan, keluarga, wisata, hingga kebutuhan lainnya.
Artinya, selama mobilitas masyarakat terus berlangsung, kebutuhan terhadap tiket pesawat juga akan tetap ada.
Bagi agen tiket, kondisi ini menciptakan peluang untuk membangun pelanggan secara berkelanjutan.
Satu pelanggan hari ini dapat kembali membeli tiket beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian.
Pelanggan yang puas juga berpotensi membawa pelanggan baru.
Karena itu, bisnis ticketing bukan hanya tentang menjual satu tiket.
Yang dibangun sebenarnya adalah hubungan dengan pelanggan.
Komisi Menjadi Bagian Penting dalam Bisnis Ticketing
Dalam menjalankan bisnis tiket, pelaku usaha tentu harus memperhatikan bagaimana model pendapatan terbentuk.
Salah satu aspek yang penting adalah komisi atau pendapatan agen dari transaksi, sesuai dengan skema kerja sama dan ketentuan masing-masing maskapai maupun penyedia produk.
Bagi travel agent, komisi dapat menjadi bagian penting dari pendapatan usaha.
Satu transaksi mungkin menghasilkan pendapatan yang tidak terlalu besar. Tetapi ketika transaksi terjadi secara rutin dan jumlah pelanggan terus bertambah, akumulasi pendapatan tersebut dapat menjadi sumber yang berarti bagi bisnis.
Karena itu, pelaku usaha ticketing perlu memahami bahwa bisnis ini bukan hanya mengenai harga tiket.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara bersamaan:
produk yang tersedia, harga yang kompetitif, pelayanan, volume transaksi, pelanggan dan skema komisi.
Semakin baik seorang agen mengelola seluruh unsur tersebut, semakin besar pula peluang bisnisnya berkembang.
Mengapa Travel Agent Masih Dibutuhkan?
Di tengah berkembangnya aplikasi dan platform digital, mungkin muncul pertanyaan: apakah travel agent masih diperlukan?
Jawabannya adalah masih.
Teknologi memang membuat proses pembelian tiket menjadi semakin mudah. Tetapi masyarakat tetap membutuhkan bantuan ketika menghadapi kondisi tertentu.
Ada pelanggan yang membutuhkan saran mengenai jadwal penerbangan.
Ada yang membutuhkan bantuan ketika melakukan perubahan perjalanan.
Ada keluarga yang ingin memastikan perjalanan berjalan lancar.
Ada pula pelanggan yang lebih nyaman bertransaksi dengan orang yang dapat mereka hubungi secara langsung.
Di sinilah kekuatan travel agent.
Teknologi memberikan kecepatan, sementara manusia memberikan pelayanan dan kepercayaan.
Keduanya justru dapat berjalan bersama.
VELOSITA dan Perubahan Bisnis Agen Tiket

Kebutuhan terhadap teknologi inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar berkembangnya VELOSITA.
VELOSITA diarahkan sebagai sistem yang mendukung kebutuhan agen travel dan agen tiket dalam menjalankan bisnis perjalanan.
Tidak hanya tiket pesawat, ekosistem perjalanan yang dikembangkan juga mencakup berbagai kebutuhan lain seperti tiket kereta api, hotel, kapal, bus, travel dan tiket wisata.
Dengan dukungan sistem, agen memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya lebih luas.
Tidak hanya menjual tiket pesawat, tetapi juga menawarkan berbagai produk perjalanan kepada pelanggan yang sama.
Hal ini membuka peluang yang menarik.
Seorang pelanggan yang awalnya datang untuk membeli tiket pesawat dapat kembali membutuhkan hotel.
Kemudian membutuhkan tiket kereta.
Pada kesempatan lain membutuhkan tiket kapal atau paket wisata.
Satu pelanggan dapat menjadi awal dari berbagai transaksi perjalanan.
Membuka Peluang bagi UMKM di Daerah
Salah satu hal yang menarik dari bisnis ticketing adalah peluangnya tidak hanya berada di kota besar.
Indonesia memiliki banyak kota dan daerah yang masyarakatnya tetap memiliki kebutuhan perjalanan.
Di daerah, agen lokal sering kali memiliki keunggulan karena mereka mengenal masyarakat sekitar.
Mereka memiliki jaringan.
Mereka mengenal pelanggan.
Dan mereka dapat memberikan pelayanan secara langsung.
Jika kekuatan tersebut digabungkan dengan sistem digital, maka terbentuk model bisnis yang lebih modern.
Pelaku UMKM tidak harus membangun teknologi reservasi sendiri dari nol.
Mereka dapat fokus pada pemasaran, pelayanan dan pengembangan pelanggan, sementara sistem menjadi alat untuk membantu aktivitas transaksi.
Inilah salah satu alasan mengapa digitalisasi bisnis travel memiliki potensi besar dalam membantu perkembangan UMKM.
Eric PSE dan Semangat “Jangan Hanya Menjadi Konsumen”
Salah satu pesan yang ingin dibangun Eric PSE dalam mendorong masyarakat masuk ke bisnis travel adalah perubahan cara berpikir.
Masyarakat selama ini terbiasa menjadi pengguna tiket.
Mereka membeli tiket ketika hendak bepergian.
Namun, mengapa tidak mencoba melihat sisi lainnya?
Jika setiap hari ada orang yang membeli tiket, maka di sana ada peluang bisnis.
Pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi awal bagi seseorang untuk mulai belajar menjadi agen tiket.
Tidak harus langsung besar.
Tidak harus langsung memiliki kantor mewah.
Tidak harus langsung mempunyai ribuan pelanggan.
Bisnis dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Keluarga.
Teman.
Rekan kerja.
Komunitas.
Kemudian berkembang melalui rekomendasi dan pelayanan yang konsisten.
Dari Konten Digital ke Ekosistem Bisnis
Perjalanan Eric PSE memperlihatkan bagaimana media sosial dan bisnis dapat saling melengkapi.
Di media sosial, Eric berbicara tentang dunia penerbangan dan membagikan cerita yang menginspirasi.
Di dunia bisnis, Eric Purnomo, SE terlibat dalam pengembangan perusahaan di bidang tiket, travel dan wisata.
Profil profesional publik Eric mencantumkan keterlibatannya sebagai founder pada sejumlah entitas yang berada dalam ekosistem Graha Tiket, Graha Travel, Graha Tour, Graha Trip, Graha Wisata dan Graha Lintas, yang semuanya tergabung dalam GRAHA GROUP dengan pengembangan sistem reservasi dan online booking untuk kebutuhan B2B maupun B2C.
Sementara dokumen legalitas yang dilampirkan menunjukkan keterlibatan Eric dalam beberapa badan hukum yang telah memperoleh pengesahan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Pada PT Graha Lintas Persada, Eric tercatat sebagai Direktur dalam dokumen pendirian tahun 2019.
Pada PT Graha Tiket Indonesia, Eric Purnomo, SE tercatat sebagai Direktur dalam dokumen pendirian tahun 2022.
Sedangkan pada PT Graha Travel Indonesia, ia tercatat sebagai Komisaris Utama. Dokumen tersebut menyatakan pendirian perusahaan telah memperoleh pengesahan Kementerian Hukum dan HAM dan berkedudukan di Kota Bandung.
Pada PT Graha Wisata Indonesia Maju, dokumen pendirian tahun 2024 juga mencatat Eric Purnomo, SE sebagai Komisaris Utama.
Dengan demikian, perjalanan bisnis Eric bukan hanya berada di ranah media sosial, tetapi juga memiliki dasar badan usaha yang secara resmi memperoleh pengesahan pemerintah.
Membangun Bisnis untuk Mendukung Pariwisata Indonesia

Bagi Eric, bisnis tiket memiliki hubungan yang erat dengan pariwisata.
Sebab, wisatawan tidak akan sampai ke destinasi tanpa melakukan perjalanan.
Perjalanan membutuhkan transportasi.
Transportasi membutuhkan tiket.
Dan tiket membutuhkan jaringan distribusi serta pelayanan.
Di sinilah agen travel memiliki posisi strategis.
Ketika jumlah agen meningkat di berbagai daerah, akses masyarakat terhadap produk perjalanan juga semakin luas.
Ketika masyarakat semakin mudah melakukan perjalanan, peluang sektor pariwisata untuk berkembang juga semakin besar.
Hotel mendapatkan tamu.
Destinasi mendapatkan wisatawan.
Restoran mendapatkan pelanggan.
Pelaku UMKM lokal mendapatkan pembeli.
Transportasi mendapatkan penumpang.
Dengan kata lain, satu perjalanan dapat menggerakkan banyak sektor ekonomi.
Bisnis Tiket dan Efek Domino bagi Ekonomi Daerah
Seorang wisatawan yang membeli tiket pesawat bukan hanya memberikan manfaat kepada maskapai.
Ketika tiba di sebuah daerah, wisatawan membutuhkan kendaraan.
Kemudian membutuhkan hotel.
Mencari makanan.
Mengunjungi destinasi.
Membeli oleh-oleh.
Menggunakan jasa pemandu.
Dan berbagai aktivitas lainnya.
Artinya, bisnis ticketing memiliki efek yang lebih luas.
Semakin banyak orang melakukan perjalanan, semakin banyak pula sektor usaha yang ikut bergerak.
Karena itu, mendorong masyarakat untuk menjadi pelaku usaha ticketing tidak hanya berbicara mengenai keuntungan agen.
Lebih jauh, hal tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas rantai ekonomi pariwisata.
Lebih dari Sekadar Menjual Tiket
Inilah yang membuat perjalanan Eric PSE menjadi menarik.
Ia tidak hanya melihat tiket sebagai sebuah produk.
Tiket dilihat sebagai pintu masuk menuju sebuah perjalanan.
Perjalanan kemudian menjadi pintu masuk menuju pariwisata.
Pariwisata menggerakkan UMKM.
Dan UMKM ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Sementara teknologi menjadi penghubung di antara semuanya.
Dari sudut pandang tersebut, VELOSITA bukan sekadar sistem transaksi.
Ia ditempatkan sebagai bagian dari gagasan yang lebih besar tentang bagaimana teknologi dapat membantu agen travel dan agen tiket mengambil peran dalam ekonomi digital.
Inspirasi untuk Generasi Pengusaha Baru

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, masyarakat membutuhkan lebih banyak figur yang dapat memberikan motivasi untuk berani memulai usaha.
Eric PSE mencoba mengambil peran tersebut melalui konten digital maupun berbagai kegiatan pertemuan dan seminar.
Pesannya sederhana:
Jangan hanya menjadi orang yang membeli tiket. Cobalah menjadi orang yang menjual tiket.
Jangan hanya menjadi pengguna teknologi.
Cobalah memanfaatkan teknologi untuk membangun usaha.
Jangan hanya melihat pariwisata sebagai wisatawan.
Cobalah menjadi bagian dari industri yang menggerakkan pariwisata.
Pesan semacam inilah yang relevan bagi UMKM dan generasi muda yang ingin mencari peluang usaha baru.
“Salam Satu Langit” dan Harapan untuk Indonesia
Dari Bandung hingga berbagai kota lainnya, perjalanan Eric PSE membawa satu tema yang sama: perjalanan harus dapat menciptakan peluang.
Bagi penumpang, tiket adalah alat untuk mencapai tujuan.
Bagi agen, tiket adalah produk untuk membangun usaha.
Bagi maskapai, tiket adalah bagian dari jaringan penjualan.
Bagi pariwisata, tiket adalah salah satu pintu masuk datangnya wisatawan.
Dan bagi UMKM, bisnis ticketing dapat menjadi salah satu pilihan untuk memasuki industri perjalanan.
Perjalanan Eric PSE dari dunia konten penerbangan hingga dunia bisnis travel menunjukkan bahwa sebuah inspirasi dapat berkembang menjadi gerakan kewirausahaan.
Dengan dukungan badan usaha, teknologi dan ekosistem seperti VELOSITA, peluang tersebut dapat diarahkan untuk semakin banyak masyarakat yang ingin menjadi agen tiket dan pelaku bisnis travel.
Pada akhirnya, tujuan besarnya bukan sekadar menjual lebih banyak tiket.
Tetapi bagaimana semakin banyak masyarakat Indonesia dapat menjadi pelaku usaha, membuka peluang ekonomi, membantu masyarakat melakukan perjalanan, dan ikut menggerakkan pariwisata Indonesia.
Karena di balik setiap tiket selalu ada sebuah perjalanan.
Dan di balik setiap perjalanan, selalu ada peluang.
Eric PSE: Menginspirasi dari Langit, Mendorong UMKM untuk Terbang Lebih Tinggi.
Salam Satu Langit.










