Bersama Cucu Kyai Hasan Dipo Ustadz Rustam, Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H

BANTUL – Ustadz Rustam Nawawi Pelaco, M.Pd Bin Ismail Ahmad Bin Pengiran Puting yang akrab disapa Kak Rus itu punya metode khusus dalam upaya membentuk karakter religius siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kanggotan, Plered, Kapanewon Plered Kab Bantul, Yogyakarta, Jumat, (07/10/2022). Dosen Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam ( STEBI) Yogyakarta itu mengamas ceramahnya melalui metode asyik dan menarik berupa cerita dan sulap dakwah yang diyakini dapat berasil membentuk karakter siswa.

Dalam ceritanya, Kak Rus membeberkan kisah kepribadian Baginda Nabi Muhammad S.A.W yang rutin memberi sarapan pagi dan makanannya dihaluskan terlebih dahulu
sebelum disuapkan kepada seorang pengemis Yahudi buta di pojok pasar Madinah Al-Munawarah tersebut. Pengemis itu menikmati sarapannya sambil menghina Rasulullah dan berpesan agar menjauhinya.

Sungguh mulia mutiara hati sang Rasul, senantiasa mendengarkan apa saja perkataan tanpa menyela perkataan si pengemis itu sedikipun. Hal ini, dilakukan Nabi hingga beliau wafat. Pada akhir cerita, Pengemis itu masuk Islam wasilah Sabahat Abu Bakar yang merupakan orang tua dari Aisyah istri Rasulullah Saw. Uraian cerita Cucu Kyai Hasan Gipo yang juga pengasuh Bimbel Nurus Motivation di Jl Semail Gang Kyai Jokerti No 20, Jokerten RT 06 Timbulharjo, Sewon, Bantul.

Sementara, menurut Ibu kepala SDN Kanggotan, Plered, Kapanewon Plered, Kab. Bantul, Yogyakarta, Warsinah, S.Pd., M.Pd menyampaikan, ” Saya menghadirkan Kak Rustam untuk mengisi pengajian maulid ini tujuannya supaya siswa kenal dan cinta Rasul, mengetahui sejarah dan tinggalannya, kemudian meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Seperti: siddiq, amanah, fatanah dan tabligh.” Jelasnya

Lebih lanjut, Warsinah berharap, ” Penyampaian Kak Rustam sangat menarik, sangat cocok, tampak anak-anak penuh semangat gembira mengikutinya. Karena, Kak Rustam mengemas dalam bentuk dongeng, sulap, kegiatan kreatif dan bernyanyi. Harapannya anak-anak nantinya akan terbentuk karakter generasi bangsa yang berakhlak mulia, bersemangat dalam menjalankan ajaran Nabi seperti sholat 5 waktu, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Imbuhnya. (RTM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!