Buka Mata Dan hati serta pikiran Buat pemerintah Aceh Timur

- Redaksi

Senin, 3 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suaranesia.com, Aceh Timur,- Empat Orang Anak dibawah umur tinggal di gubuk reyot kurang lebih hampir 6 tahun lamanya empat orang anak yang bernama Askianazila (10), Auratul Husna (11), Dara Humairah (6) dan Khalisa Salsabila (1) tinggal dirumah yang tidak layak huni tepatnya di Dusun Peutua, Desa Seuneubok Buya, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur.

Keempatnya saat ini tinggal bersama kedua orang tuanya, menurut data yang diperoleh Kepala Keluarga bernama Hendra Wijaya (38) kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan untuk mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pantauan media di lokasi rumah yang beratapkan rumbia yang sudah bocor hampir mencapai keseluruhan rumah mereka, bahkan diperparah lagi kondisi dinding rumah juga sudah lapuk dan disisih oleh kulit batang pinang serta memakai terpal plastik untuk tepian hujan.

Baca Juga :  Sekda M. Ridwan Skd, MSI Sebagai PLH Bupati Agara di Tunjuk Gubernur Aceh

Irmawati (35) selaku istri dari Hendra Wijaya (38) mengaku bahwa dirinya berharap kepada Pemerintah Pusat atau dermawan untuk bisa tinggal dirumah yang layak huni bersama keempat buah hatinya.

“Saya memohon kepada Bapak Gubernur Aceh, Bupati Aceh Timur agar sudi membangun rumah yang layak huni, karena hampir enam tahun saya sudah tempati rumah ini” Katanya kepada media ini saat dijumpai dirumahnya, Senin (3/10/2022).

Disamping itu, Saiful selaku Kades (Keuchik) Desa Seuneubok Buya melalui Kepala Dusun, Faisal menjelaskan pada Tahun 2019 sudah pernah diajukan untuk rehab namun Program rehab tersebut harus ditunda karena peruntukan anggaran untuk Covid – 19.

Baca Juga :  Anies Terus Diusung Partai Nasdem Harus Bertanggung Jawab

“Pada Tahun 2019 sudah pernah kami ajukan kemarin akan tetapi saat itu peruntukan anggaran harus dialihkan untuk penanganan Covid – 19 dan untuk tahun 2022 tidak ada sedikitpun pembangunan fisik” Ujarnya.

Faisal berharap kepada pihak terkait agar bisa menindaklanjuti perihal warganya yang menempati rumah yang tidak layak huni, terlebih lagi untuk MCK saja hingga saat ini tidak ada. (zainal abidin)

Berita Terkait

WBP Rutan Kandangan Terima Layanan Pelepasan KB Implan untuk Kesehatan Reproduksi
Maskot 3D Kanda Kinda Rutan Kandangan Jadi Favorit Anak-anak
Kepala Rutan Resmikan Maskot Kanda-Kinda sebagai Identitas Resmi Rutan Kelas IIB Kandangan
Kanwil Ditjenpas Kalsel Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Partisipasi Anak melalui Temu Forum Anak Daerah
Penasehat Presiden Jawab Tuduhan Negatif soal Kebijakan Karbon di COP30
Paket Pernikahan Lengkap & Catering Murah Tiga Dara , Bantu Wujudkan Momen Bahagia!
Mahasiswa UINSU Muhammad Razaq Arafi Bangun Startup EduTech Zennit.id untuk Dorong Literasi Digital Anak Muda
Kanwil Ditjenpas Kalsel Berkomitmen Cegah Permasalahan Overstaying
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:02 WIB

WBP Rutan Kandangan Terima Layanan Pelepasan KB Implan untuk Kesehatan Reproduksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:15 WIB

Maskot 3D Kanda Kinda Rutan Kandangan Jadi Favorit Anak-anak

Senin, 8 Juni 2026 - 08:34 WIB

Kepala Rutan Resmikan Maskot Kanda-Kinda sebagai Identitas Resmi Rutan Kelas IIB Kandangan

Selasa, 25 November 2025 - 12:13 WIB

Kanwil Ditjenpas Kalsel Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Partisipasi Anak melalui Temu Forum Anak Daerah

Selasa, 25 November 2025 - 09:51 WIB

Penasehat Presiden Jawab Tuduhan Negatif soal Kebijakan Karbon di COP30

Berita Terbaru