Di pertanyakan Pembangunan Jembatan Lawe Natam I Diduga Abaikan Keselamatan Pekerjanya

Kutacane, SuaraNesia.com – Proyek Paket Pekerjaan Penggantian Jembatan LAWE Natam I Aceh Tenggara yang tertera dalam nomor kontrak hak.O2.01/CTR BBI.PJN.III/APBN/2002 dengan tanggal kontrak 24 Februari 2022 dengan nilai RP.21.481.520.000 waktu pelaksanaan 240 hari ditambah dengan waktu pemeliharaan 365 hari sebagai penyedia adalah PT Nisara Karya Nusantara di pertanyakan keselamatan Pekerjanya.

Dari hasil penelusuran di lokasi proyek, bahwa terpantau para pekerja yang tengah mengerjakan jembatan tidak memakai alat keselamatan pekerja seperti pengaman kepala, atau Helm, sarung tangan, dan masker.Demikian sempat di potret di lokasi pekerjaan setempat tersebut.

Selanjutnya di lokasi terlihat Proyek 21,4 Milyar ini diduga mengabaikan Keselamatan Keamanan Kerja (K3), tentu Kondisi ini mengundang pertanyaan publik apakah dana senilai yang tercantum dalam papan data tersebut bisa tidak mematuhi ketentuan keselamatan kerja, sementara itu juga lalu lintas kendaraan memang masih sepi tapi kalau lalu lintas kendaraan dalam keadaan ramai kondisi ini dapat menghambat kelancaran lalu lintas jalan, kata sejumlah pengamat di Aceh Tenggara tidak mau di tulis dan di publikasi jati dirinya kepada media ini.

Sementara itu pihak konsultan tehniknya beberapa kali dicoba di hubungi ke lokasi guna terkait berita terkait keselamatan para pekerja proyek setempat tidak berhasil Komfirnasi namun dari sejumlah informasi di himpun bahwa proyek ini adalah proyek dari Anggara tingkat 1 propinsi Aceh, kata informasi berkembang tersebut.

Oleh karena itu senada dengan mengabaikan keselamatan keamanan kerja (K3) ini kepada pihak kontraktor tertera di papan nama juga saat di usahakan konfirmasi pada PT Nisara Karya Nusantara mencapai 21 milyar lebih ini tidak membuah kan hasil atas tanda tanya dugaan penyimpangan atas sejumlah tidak ada nya alat keselamatan pekerja seperti pengaman kepala maupun helem serta sarung tangan,dan masker tersebut, Senen (3/10)2022 di.lokasi proyek Desa Natam, kecamatan Badar Aceh Tenggara itu.(Sadikin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!