Parah ! Pembangunan Lumbung Pangan di Desa Sidorejo Diduga Jadi Ladang Korupsi Berjamaah

BOJONEGORO – Pemamfaatan Dana Desa Didesa Sidorejo Kecamatan Sukosewo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur di duga kuat tidak sesuai dengan anggaran yang tertera di papan informasi.

Pembangunan Lumbung Desa dari bidang 4 Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan bersumber dari APBN atau Dana Desa (DD) di desa Sidorejo diduga kuat adanya permainan dari pemerintah desa untuk mengeruk keuntungan golongan nya dengan merugikan negara.

Pembangunan ketahanan pangan Desa yang berwujud Lumbung ini memakan biaya yang cukup fantastis sekira Rp. 190.000.000,- (seratus sembilan puluh juta rupiah), dengan pengerjaan 2 bulan kalendar kerja, dengan ukuran 11.5 M X 7 M dan terletak di RT 05.

” Menurut saya, pembangunan tersebut jauh daripada sesuai. Dengan anggaran yang begitu besar, seharusnya bisa lebih bagus lagi pembangunan lumbung desa nya.” Cetus Ketua DPD SKPPHI(Studi kebijakan publik penegakan hukum indonesia ) Jawa Timur, Yulinda Tan, ketika dikonfirmasi oleh media ini pada Senin, (25/09/2022).

Lanjutnya, ” Bagaimana kita tak menduga adanya aroma korupsi berjamaah di perndes Sidorejo. Bangunannya aja seperti itu menghabiskan Rp. 190 Juta.” Lanjut Wanita yang berparas Cantik dan tegas ini kepada awak media.

” Parahnya lagi, Sekdesnya ketika tau hal tersebut terkesan meremehkan awak media, dengan mengatakan media ‘Gebul’ yang artinya media tidak jelas.” Pungkasnya.

” Bukannya klarifikasi berita tersebut, malah oknum Sekdes tersebut terkesan menantang wartawan. Apakah dia (sekdes) tersebut tidak tahu, kalau Pengelolaan Keuangan Desa itu harus Transparan dan Akuntable. Mereka sudah transparan kah …,? Sudah merasa Akuntable…..” Tegas Linda.

” Kami berharap kepada pihak kecamatan Sukosewu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dalam inspektorat Bojonegoro untuk dapat mengevaluasi pembangunan Lumbang Desa di Sidorejo tersebut. Karna diduga telah merugikan negara.” Harapnya. (Red)

Editor : Ajb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!